Pertumbuhan pengguna Opera di perangkat
mobile di seluruh dunia telah mencapai sebuah milestone lagi. Dalam laporan
State of Mobile Web Juni 2012, disebutkan pengguna Opera Mini dan Opera Mobile
sudah melewati angka 200 juta.
Menurut Opera, dari 200 jutaan
pengguna tersebut, lebih
dari 17 juta adalah pengguna Opera Mobile dan sisanya merupakan pengguna Opera
Mini. Jumlah ini tumbuh 47% dibandingkan tahun lalu. Sementara itu,
jumlah pageviews meningkat hingga 55% dengan 115 miliar halaman dikunjungi
sepanjang Juni 2012.
Kenaikan juga terlihat pada volume data
yang dikonsumsi pengguna. Pada bulan Juni 2012, Opera Mini tercatat melayani 2,012 juta MB data
setelah dikompres atau lebih dari 20 petabytes jika tidak dikompres. Artinya,
pemakaian Opera Mini terbukti mampu menghemat konsumsi data sampai 90%.
“Menyediakan layanan yang dapat diandalkan dan memberikan
informasi penting pada semua orang dengan hanya menggunakan ponsel dan secara murah merupakan alasan Opera membuat browser. Kami ingin membuat
perubahan di dunia, tidak hanya dalam web,” tukas Lars
Boilesen (CEO Opera Software).
Perubahan yang Lars maksudkan tercermin lewat
tingginya penggunaan Opera di Afrika, benua yang selama ini dianggap sebagai “dunia
ketiga” dan hidup tertekan di bawah rezim penguasa.
Di
seluruh Afrika, pertumbuhan data terlihat melebihi pertumbuhan pageviews.
Fakta ini menunjukkan bahwa orang-orang di Afrika mem-browsing halaman yang
besar, dan kebanyakan, menggunakan situs yang lebih kaya dan lengkap.
Ponsel merupakan perangkat yang populer di Afrika untuk
mengakses web. Sebanyak 36 dari 53
negara di Afrika mencatatkan pertumbuhan pengguna Opera Mini lebih dari dua kali lipat
dalam satu tahun
Di Libya pascarezim Moammar Khadafi,
akses web lewat ponsel telah aktif kembali. Pantai Gading juga menunjukkan pertumbuhan spektakuler dengan kenaikan jumlah pengguna Opera Mini mencapai 600%, pageviews
tumbuh 744%, dan volume data naik 760% dalam setahun.
Sumber : http://www.infokomputer.com

